Warga Turunan Tiongkok di Temukan Tewas Dalam Rumah

Polda Maluku Utara, Seorang kakek keturunan Tiongkok atas nama, Winardi alias Muyen (60) ditemukan tewas di kediamannya yang bertempat di RT.07/ RW.05 lingkungan Kota Baru Kecamatan Kota Ternate Tengah, pada Minggu (15/10/2017) dengan kondisi yang mengenaskan.

Kronologis penemuan mayat yang diduga Muyen tersebut, berawal saat Rahmawati yang merupakan tetangga korban mencium bau busuk pada 16:00 Wit di sekitar rumah korban, saat itu juga saksi (Rahmawati) langsung memberitahukan ke Zulkifli Mustafa untuk mengecek bau busuk tersebut.

Setelah dilakukan penelusuran ke rumah korban, saat itu kondisi rumah korban dalam keadaan terkunci, sehingga saksi ke dua (Zulkifli) melaporkan kepada ketua RT dan ketua RT langsung mengambil tindakan untuk melaporkan ke pihak SPKT Polres Ternate.

Pukul 17:00 Wit, Kepala Unit (Kanit) SPKT bersama anggota turun ke lapangan dan melakukan indentifikasi seluruh Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan korban langsung di bawa ke RS Chasan Busorry Ternate oleh tim Identifikasi untuk di otopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Irine Jeuwe yang juga merupakan adik Ipar Korban mengatakan, dirinya tidak mengetahui penyebab kematian kakak iparnya. Sebab selama ini korban ditinggal sang istri tercinta dan hidup seorang diri.

“Beliau (Korban) hidup di Ternate sudah lama, sedangkan Rumah tersebut sakaligus Bengkel bubuk /las.” Kata Irine.

Jadi saya pun tidak tahu penyebab kematian, Katanya. Terpisah, Nasir Ali Kepala Kelurahan Kota Baru ketika dimintai keterangan mengatakan, pihaknya mendapat informasi adanya temuan mayat itu sekitar jam 04.15 Wit.

“Penyebab kematian korban belum diketahui secara pasti, namun jasad korban sudah mengeluarkan bauh busuk.” Kata Lurah Kota Baru.

Sementara itu, Kapolres Kota Ternate AKBP Kamal Bahtiar S.ik membenarkan bahwa adanya penemuan mayat di lingkungan Kota Baru tersebut, namun hingga kini, pihak kepolisian belum mengetahui penyebab kematian.

“Tadi di sampaikan dari tim kesehatan Dokes bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan, namun sesuai dengan penjelasan harus dilakukan otopsi, tetapi proses otopsi juga tergantung pada keluarga.” ungkap Kapolres Ternate

Lanjut Kapolres, Informasi awal, korban hidup sebatang kara setelah dicerai istrinya. Sedangkan jasad itu, di perkirakan meninggal sekitar tujuh hari, karena berdasarkan pengecekan tim dokes kondisi korban sudah mengeluarkan bau busuk.

“Untuk Informasi sementara sesuai pengecekan analisa dari tim dokes, tidak ada tanda kekerasan. Bahkan Keterangan dari warga sekitar bahwa sudah tiga hari ini korban lagi keluar-keluar rumah.” katanya.

Hingga kini, jasad dari turunan Tiongkok tersebut telah dibawa ke RS chasan Busorry Ternate untuk identifikasi tim Dokes Kesehatan dan anggota tim Satreskrim Polres Ternate.

Penulis            : Wanto Batjan

Publish            : yudhy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *