Polres Halmahera Selatan Berhasil Amankan Ribuan Liter BBM Illegal

poldamalut.com – Polres Halmahera Selatan, Tim Gabungan Polres Halsel yang dipimpin AKP Gede, berhasil mengamankan satu perahu fiber bernama Riskia Wati yang mengangkut BBM jenis bensin (premium) dan MT (minyak tanah) pada Sabtu 13 Januari 2018 sekitar pukul 23.30 wit pekan kemarin.  Penangkapan itu terjadi tepatnya dipesisir pantai Desa Madapolo Kec.Obi Utara Kab.Halsel

Berdasarkan release Polres Halsel, Senin (15/1/2018), bahwa BBM illegal tersebut berasal dari Seram (Ambon) yang angkut oleh para pelaku dengan tujuan Desa Madapolo untuk diperjual belikan ke Masyarakat setempat.

Untuk diketahui, BBM yang diamankan oleh Polres Halsel diantaranya BBM jenis Premium sebanyak 3.740 liter, sedangkan BBM jenis minyak tanah sebanyak 1.560 liter yang ditampung didalam jerigen masing-masing berukuran 25 liter.

Menurut Kapolres Halsel AKBP Irfan S.P. Marpaung, SIK. M.Si, bahwa penangkapan yang dilakukan Tim Gabungan, atas Informasi dari Masyarakat terkait adanya Pasokan Minyak yang masuk di wilayah Obi secara ilegal.

“Berdasarkan Informasi dari masyarakat, saya perintahkan dibentuk Tim untuk turun dilapangan mengecek kebenaran informasi tersebut, selanjutnya tepatnya sabtu 13 januari 2018 tim berhasil mengamankan satu kapal fiber yang berisikan BBM jenis Bensin dan Minyak Tanah, sesuai keterangan Nahkoda Kapal, bahwa Bodi fiber yang diamankan bertolak dari desa talaganipa kabupaten seram bagian barat provinsi maluku pada hari Sabtu tanggal 13 Januari 2018 dengan tujuan menuju Ke pesisir desa madopolo kecamatan Obi Utara Kab. Halsel dengan tujuan untuk memperjual belikan BBM kepada Masyarakat setempat.” Jelas Kapolres  Halsel

Lanjut Kapolres, BBM tersebut akan dijual kepada masyakarat dengan kisaran harga perliter sebesar Rp 8.500 untuk Bensin dan Minyak Tanah sebesar Rp 4.500.

“Atas tangkapan tersebut piHak penyidik polres halsel telah menetapkan 4 orang sebagai Tersangka dengan inisial AB, HB, H dan RB.” kata Kapolres

Menurut Kapolres, kegiatan yang dilakukan para tersangka memasok BBM illegal dari Seram (Ambon) ke Obi sudah 2 kali, yang pertama pada bulan desember tahun 2017 lalu dan yang terakhir keburu di tangkap oleh tim gabungan pada Sabtu, 13 Januari 2018 pekan lalu.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, pengangkutan BBM dari Seram (Ambon) tujuan Obi (Halsel) tidak memiliki Faktur penjualan dari Pertamina Maluku serta tidak memilki Ijin pengangkutan minyak bersubsidi sehingga kegiatannya menyalahi aturan pengangkutan dan perniagaan BBM sebagaimana dimaksud dalam UU.No 22 tahun 2001 pasal 53 huruf (b). Pengangkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Pengangkutan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda paling tinggi Rp40. Milyar, huruf (d). Niaga sebagaimana dimaksgud dalam Pasal 23 tanpa Izin Usaha Niaga dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling tinggi Rp30 Milyar dan Pasal 55 Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling tinggi Rp60 Milyar.

“Untuk kelanjutan penyidikan, ke 4 tersangka diamankan di Polres disertai barang bukti.” tutup Kapolres Halmahera Selatan.

Penulis : Adam

Publish : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *