Polisi Diminta Gunakan Ahli Bahasa Proses Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

Polda Maluku Utara, Persiter U-17 yang di diskualifikasi Komisi Disiplin PSSI  Piala Soeratin, menyebabkan tim kebanggaan masyarakat Maluku Utara ini gagal bermain dilaga final melawan Penajam Utama FC, Kalimatan Timur, Sabtu (28/10),  masih menjadi tanda tanya besar. Siapa pembocor informasi itu. Namun hukuman Persiter ini merupakan pil pahit sepanjang sejarah sepakbola tim berjuluk Laskar Kuning ini.

Di media sosial (Sosmed), menuding anggota DPRD Kota Ternate, Fahrial Yunus Abas dan mantan pelatih Persiter Soleman Sin. Merasa dicemarkan nama baiknya, keduanya pun melapor ke Polres Ternate, Sabtu (28/10) malam. Fahrial dan Soleman melaporkan tiga akun facebook ke Mapolres Ternate,  karena selain merasa dicemarkan nama baik, juga ancaman penganiyaan dan kekerasaan fisik lain.

Masalah ini berawal dari kegagalan tim  Persiter U-17 Piala Soertin main di laga final karena diskulifikasi komisi disiplin. Sebagai penggemar berat Persiter, tiga akun facebook  bernama Syam Dano Jiko, Sri Dwi Rahayu dan Ipin Fals menulis status yang mengarahkan pada Fahrial dan Soleman Sin sebagai biang diskualifikasi tim Persiter.

Menurut Fahrial, pemilik tiga akun facebook itu dilaporkan karena mencemarkan nama baiknya secara individu, keluarga dan kariernya sebagai anggota DPRD dari Partai Amanat Nasional (PAN). Dalam akun facebook Syam Dano menulis status, ‘kau tega mempolitisasi olahraga hanya kepentingan politik dan pragmatis kamu. Bos Yunus dapat bayar berapa dari Tiga Naga dan Persita? Kau penghianat generasi kawan dan masa depan dunia”.

Sementara  Sri Dewi Rahayu di dinding facebooknya menulis, benar nggak sih mereka yang melapor ama panitia sepak bola Soeratin dan kubu lawan yang dikalahin Persiter biar dikualifikasi sampai tidak bisa main pada partai final diikuti dengan memposting foto Fahrial Yunus Abas dan Soleman Sin.

Sedangkan Ipin Fals melontarkan kata-kata emosi dengan menyebut, jika sampai Yunus Abas kalau dapat torang pukul. Gara gara dia pe anak tara lolos kong dia biking masalah,” ujar Fahrial Yunus mengutip status tiga akun facebook itu di Mapolres Ternate, Sabtu (28/10) malam.

Staf pengajar Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) meminta Kepolisian agar memproses kasus dugaan pencemaran yang dilaporkan Fahrial Yunus Abas menggunakan ahli bahasa untuk menilai, apakah empat akun facebook yang dilaporkan masuk dalam unsur pidana atau tidak.

“Kasus yang dilaporkan Fahrial Yunus Abas ini menjadi contoh masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial karena itu diatur dalam UU ITE,” pinta Hendra, Minggu (29/10).

Menurutnya, kasus dugaan pencemaran nama baik yang dialami Fahrial Yunus Abas dan Soleman Sin memberi pelajaran kepada publik agar bijak mengunakan media sosial.  Karena itu diatur dalam dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Informasi Teknologi Elektronik (ITE).

Dikatakan, dalam pasal itu menyebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik dapat dipidankan paling lama 6 tahun penjara.

” Adapun ancaman pidana yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun atau denda paling banyak Rp. 1 miliar,” jelasnya

Penulis            : Wanto Tftt

Publish            : yudhy

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *