Polda Resmi Tetapkan Tersangka Kasus OTT di Pemprov Malut

poldamalut.comPolda Maluku Utara, Tim Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pugutan Liar (Saber Pungli) Polda Maluku Utara (Malut) akhirnya menetapkan salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pemprov Malut, Jamrud Lahabato alias JL sebagai tersangka setelah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Hotel Boulevard Ternate,  Selasa (28/11/2017) lalu.

“Kasus itu sudah kita naikan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, bahkan kita sudah tetapkan JL sebagai tersangka.” tegas Dirreskrimsus Polda Malut, Kombes Pol Masrur

Kombes Pol Masrur juga mengaku, hingga saat ini, penyidik masih melakukan penyidikan lanjutan untuk mengetahui kasus tersebut lebih mendalam, sebab praktek yang dibuat JL tersebut sudah berlangsung sejak tahun 2014 silam.

“Ini sudah terjadi waktu, JL masih bertugas di Pemkot Ternate, dan saat pindah ke Provinsi, kebiasaan tersebut masih dilakukan.” akunya.

Sementara untuk modus yang digunakan tersangka JL kata Dirkrimsus, tersangka JL ini mendatangi beberapa perusahan baik, perusahan mall maupun perhotelan yang menggunakan fasilitas eskalator dan life untuk melakukan pungutan, dan pungutan yang dilakukan JL pun berfariasi.

“Tergantung hasil negosiasinya, harga negosiasi pun berfariasi, kadang yang diminta 10 Juta yang dibayar hanya 5 juta dan itu diterima.” tutupnya.

Dirkrimsus juga menegaskan, untuk pungutan yang biasa dilakukan tersangka ini, tidak dianjurkan dalam Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan pungutan, dan yang dilakukan oleh oknum PNS di lingkup Pemprov Malut ini dilakukan secara sengaja.

Disentil terkait dengan tandatangan palsu yang ada pada salah satu dokumen sesuai dengan hasil penyitaan kata Kombes Pol Masrur, untuk tandatangan palsu tersebut, pihaknya masih akan melakukan klarifikasi dengan memanggil salah satu Kepala Bidang (Kabid) yang ada di Disnakertrans Malut.

“Jika aliran dana itu ada yang masuk ke Kabid, maka, Kabidnya juga akan kita tetapkan sebagai tersangka, namun kembali pada penyelidikan yang dilakukan penyidik.” tegasnya lagi.

Untuk kasus ini Kombes Pol Masrur juga menegaskan, akan melakukan pemeriksaan lanjutan terkait dengan salah satu karyawan hotel Boulevard yang berinisial JR, karena saat ini JR masih berstatus sebagai saksi.

“JL ini kita jerat dengan pasal 12 huruf g tentang pungutan liar dengan ancaman empat sampai lima tahun penjara,” pungkas Kombes Pol Masrur.

Penulis             : Wanto Tftt

Publish            : yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *