Polda Malut Petakan Lima Titik Kerawanan Pilgub Malut

poldamalut.com – Polda Maluku Utara, Sebanyak empat Kabupaten dan satu Kota di Maluku Utara jadi prioritas pengamanan Kepolisian Daerah Maluku Utara dalam Menghadapi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) periode 2018-2023.

Kapolda Malut, Brigjen Pol Achmat Juri melalui Kepala Biro Operasional Kombes Pol. Juwari mengatakan, dari 10 Kabupate/Kota di Malut, lima diantaranya masuk dalam titik rawan yang akan mendapat pengamanan secara ekstra.

Lima Kabupaten dan Kota yang dimaksudkan itu yakni, Kota Ternate, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Halmahera Tengah (Halteng), Halmahera Selatan (Halsel) serta Kabupaten Halmahera Barat (Halbar).

“Lima Kabupaten/Kota itu kalau dilihat dari sejarah-sejarah sebelumnya meninggalkan catatan-catatan khusus yang harus diantisipasi sedini mungkin,” ungkap Kombes Pol Juwari.

Karo Ops Polda Malut Kombes Pol. Juwari juga menyampaikan, titik yang paling aman yang masuk dalam catatan Polda, ada pada Kabupaten Halmahera Utara (Halut) dan Halmahera Timur (Haltim), sebab dua Kabupaten tersebut dilihat dari peta poltiki tidak menjadi permasalahan dibandingkan dengan dari peta konflik sosial.

“Meski ada lima Kabupaten/Kota yaang masuk dalam peta kita, tapi 10 kabupaten/Kota tetap memiliki tingkat kerawanan masing-masing, makanya pengamanan tetap kita lakukan secara merata,” Ungkap Karo Ops.

Kobes Pol Juwari juga mengemukakan, untuk pengalaman yang terjadi pada Pilkada sebelumnya, akan tetap menjadi bahan evaluasi dan pengkajian, dan saat ini sudah ada kebijakan-kebijakan pimpinan yang harus dilakukan, bahkan, setiap tahapan itu harus dilakukan pengamanan secara ekstra.

“Saat ini kotak suara yang dulunya tidak terlihat saat ini sudah terlihat alias transparan, ini juga merupakan salah satu antisipasi sehingga tidak terjadi kesalahan, sehingga pakai kotak transparan, dan itu lebih bagus,” akunya.

Disentil terkait dengan jumlah kesluruh Tempat Pengumutan Suara (TPS) yang ada di Malut, Karo Ops Kombes Pol Juwari menegaskan, kurang lebih berjumlah 2.243 TPS, dan jumlah TPS yang paling terbanyak ada pada Kabupaten Halsel dengan jumlah 385 TPS lebih, sementara jumlah TPS yang paling sedikit ada pada Haltim dengan 79 TPS.

“Yang pasti, Halsel akan mendapat perhatian lebih untuk dilakukan pengamanan, dan kasus-kasus yang lalu itu harus menjadi perhatian kita semua,” akunya.

Untuk pola pengamanan pada 2.243 TPS yang ada di malut tersebut, pihaknya menggunakan polda 1-1-2 atau 1 polisi, 1 TPS dan 2 linmas dengan jumlah personel yang diterjunkan sebanyak 4.800 personel gabungan baik Polda maupun Polres jajaran yang ada di Malut.

“Untuk TPS yang jumlah pemilihnya banyak juga kita tetap menggunakan polda yang sama, dan pola yang dipakai itu untuk mengantisipasi segala kecurangan yang ada di masing-masing TPS yang tersebar,” katanya.

Atas nama Kapolda Malut, dirinya menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah Malut, agar tetap menjaga situasi aman dan damai sehingga Pilgub 2018 di Malut menjadi pemilu yang berkulitas.

“Mari sama-sama kita bantu aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang aman hingga terpilihnya pemimpin yang akan memimpin Malut 5 tahun kedepan,” pungkasnya.

Penulis            : Mandala

Publish            : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *