Polda Malut Periksa 3 Saksi Pendukung Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

poldamalut.com – Polda Maluku Utara, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut) melalui satgas cyber cryme mulai melakukan pemeriksaan tambahan kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial (Medsos) dengan terduga pelaku yang berinisial HY.

Bahkan untuk mengungkap kasus tersebut, penyidik kembali menghadirkan tiga orang dengan status sebagai saksi karena sempat menyukai status yang di unggah HY pada bulan Agustus 2017 lalu.

Tiga saksi yang dihadirkan dalam kasus dugaan ujaran kebencian melalui medsos tersebut masing-masing, Mardiyanto Mussa yang merupakan oknum wartawan dan Ardiyansah anggota DPRD Tikep serta salah satu Jaksa yang bertugas di Kejaksaan Negeri Soa-Sio Kota Tidore (Tikep).

Mardianto mengaku, dirinya beserta dua saksi lainya diperiksa terkait dengan status yang di unggah HY melalui akun Twitter pada bulan Agustus 2017 silam.

Menurutnya, status yang diunggah HY dalam akun Twiter tersebut dengan tulisan yang mengarah pada ujaran kebencian pada institusi Kepolisian.

“Saya dan dua saksi lainya diperiksa dari kurang lebih 3 jam lamanya yang di mulai pada pukul 10:00 hingga 13:00 Wit dengan kurang lebih 16 pertanyaan.” ungkapnya.

Anto sapaan akrabnya juga menambahkan, untuk materi pemeriksaan yang dilakukan hari ini hanya seputaran terkait dengan status dari HY serta kedekatan pihaknya dan HY.

“Dari status yang diunggah itu, kalau tidak salah saya hanya like saja dan tidak memberikan komentar.” akunya.

Sementara itu secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Malut, Kombes Pol. Masrur mengatakan, untuk kasus yang menghadirkan tiga saksi tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan penyidik masih melakukan pemeriksaan saksi pendukung.

Bahkan Dirkrimsus ketika disentil terkait dengan inisial terduga pelaku tersebut, dirinya mengaku, masih belum bisa memberikan keterangan sebelum kasus tersebut dinaikan ke tahap penyidikan melalui gelar perkara penigkatan status.

“Kasus itu masih lidik dan kalau sudah naik status lidik baru bisa saya sampaikan inisial dari terduga pelaku itu.” pungkasnya.

Penulis             : Pellu

Publish             : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *