Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Malut Diperiksa Penyidik Ditreskrimum

poldamalut.com – Polda Maluku Utara, Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Kadikjar) Provinsi Maluku Utara (Malut), Imran Yakub mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Malut, Rabu (10/1/2018).

Imran yang mengenakan kameja hitam dan peci coklat itu meninggalkan kantor Ditreskrimum pada pukul 14:00 Wit.

Imran Yakub mengaku kehadirannya tersebut hanya untuk memberikan keterangan dalam kasus dugaan pemangkasan anggaran dinas dari Rp. 40 miliar menjadi Rp. 22 miliar sehingga ada paket-paket pengadaan yang sudah ditetapkan pemenangan oleh Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Menurutnya, dalam pemangkasan anggaran tersebut, Dikjar tidak mengeluarkan kontrak dengan alasan kondisi keuangan yang tidak stabil sehingga kebijakan Dikjar tidak keluarkan kontrak.

“Saya kira terkait dengan pemangkasan anggaran kalian semua tahu, apalagi kondisi keuangan daerah yang tidak stabil, makanya terjadilah pemangkasan anggaran, dan kontraktor yang ditetapkan sebagai pemenang tender oleh ULP pun kita tidak keluarkan kontrak, karena kita tidak mau beban utang.” terangnya.

Imran saat disentil terkait apakah ada pemeriksaan lain selain kasus tersebut salah satunya adanya dugaan jual proyek, dirinya mengaku tidak ada dan kahadiran tersebut hanya untuk memberikan keterangan sebagaimana dalam panggilan yang diterima.

“Kalau yang disebut jual proyek itu masalah pengadaan baju dinas, saya tidak tau nilai pengadaannya, dan dugaan ke saya itu tidak benar.” bantahnya.

Terpisah, Kasubdit I Ditreskrimum Polda Malut AKBP Hengky Setiawan membenarkan adanya kehadiran Kadikjar Malut, dan kehadiran tersebut berdasarkan dengan laporan dari kontraktor yakni Ridwan.

“Laporannya terkait dengan penyalahgunaan kewenangan, makanya Imran kita panggil untuk dimintai keterangan, itu aja.” pungkas AKBP Hengky Setiawan.

Penulis             : Wanto Tftt

Publish             : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *