Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Masuk Tahap Dua

poldamalut.com – Polres Halmahera Selatan, Kasus pemalsuan tandatangan yang dilakukan oleh Kades Batulak IS terhadap ketua BPD Sudarto Abdul Gani, Desa Batulak Kecamatan Gane Barat Utara memasuki tahap kedua

Penyidik Satuan Reskrim Polres Halmahera Selatan komitmen dalam penyelesaian kasus tindak pidana pemalsuan tanda tangan yang dilaporkan pada tanggal 11 Agustus 2017 oleh Korban saudara Sudarto Abdul Gani (Ketua BPD) Desa Batulak Kec. Gane Barat Utara.

Selasa 16 Januari 2018 penyidik melakukan penyerahan tahap 2 tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan Negeri Labuha.” Ungkap Kapolres Halmahera Selatan

Kata Kapolres, diketahui bahwa tersangka dalam kasus pemalsuan tanda tangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 263 ayat (1) KUH-PIDANA dengan ancaman hukuman kurungan penjara maksimal 6 tahun.

“Tersangka Kades Desa Batulak inisial IS yang palsukan tanda tangan Ketua BPD Desa Batulak pada beberapa dokumen diantaranya dokumen RPJM-DS, RKP-DS, APP-DS dan APB-DS.” Ujarnya

Hal ini lanjut Kapolres, pihaknya memproses kasus tersebut dikarenakan ada laporan ketidakpuasan Ketua BPD terhadap Kepala Desanya tersebut.

“Jadi dia merasa tanda tangannya dipalsukan oleh Kades, sehingga Ketua BPD merasa tidak puas kemudian melaporkan kasus tersebut ke pihak Kepolisian Polres Halsel yang tercacat pada Laporan Polisi No. Pol. : LP-B/80/VIII/2017 Tanggal 11 Agustus 2017.” cetusnya

Lanjut Kapolres, dalam Kasus berbeda penyidik pada kesempatan itu juga menyerahkan tersangka inisial IA dalam kasus penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 dan atau pasal 372 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman kurungan penjara 4 tahun.

“Kita tetap berkomitmen untuk menindak lanjuti setiap Laporan maupun pengaduan masyarakat atas tindak pidana yang dilaporkan kepada kami (Polres Halsel).” Tutup Kapolres

Penulis             : Pellu

Publish             : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *