Kapolres Kepsul: Jangan Ada Sentimen Ditingkat Masyarakat

poldamalut.com – Polres Sula, Kapolres Kabupaten Kepulauan Sula, AKBP Jan WI Makatita melaksanakan pertemuan dengan sejumlah unsur masyarakat bertempat di aula Polres Sula, Kamis (21/12) pukul 11:00 WIT. Tujuan pertemuan ini, guna meredam beredarnya isu ucapan Bupati Kabupaten Kepulauan Sula Hendrata Thes, yang diduga terindikasi ada unsur penistaan agama.

Rapat yang dihadiri oleh Asisten II Hasan Pauwah, Denramel Sula Kapten HBD Harbun Buamona, Danki Brimob, Waka Polres Kompol Samsul Alam, Ketua KPU, Bustamin Sanaba, Komisioner Panwaslu Hamza Umasugi, Camat Kota Sanana, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa, OKP IMM dan seluruh Babinkabtibnas Kota Sanana.

Dalam penyampaian Kapolres AKBP Jan W.I. Makatita meminta kepada masyarakat bisa membantu Polres dan pemerintah daerah untuk sama-sama menjaga ketertiban dan keamanan menjelang natal dan tahun baru ini.

“Kita harus menjaga agar jangan ada sentimen di tingkat masyarakat, karena di Sula mayoritas orang Islam. Jadi harus kita menjaga jangan sampe ada masalah di Sula, apa lagi tentang isu SARA, karena di Sula mayoritasnya orang muslim, saya ini non Muslim yang juga kelompok minoritas yang pastinya mau daerah Sula aman, tidak boleh ada masalah di Sula,” jelas Kapolres AKBP Jan WI Makatita saat rapat berlangsung.

Tambahnya, ada informasi yang dipopulerkan oleh oknum, sehingga ia memanggil tokoh masyakat untuk membicarakan persoalan ini, agar jangan ada masalah seperti ini di Sula dan kita <em>hearing</em> bersama untuk mendapatkan solusi dari masalah yang ada.

Asisten II Hasan Pauwah menyampaikan kepada PNS, saat apel di kantor bupati, bahwa ini adalah persoalan politik lalu dikemas, sehingga memecahkan persoalan ini.

Jangan kita termakan dengan isu global yang sementara terjadi, dan harus kita mengantisipasi isu global agar kita tidak termakan dengan isu SARA, antara umat beragama. Hari ini kita masing-masing  harus sadari, jangan termakan dengan informasi-informasi yang belum pasti kebenarannya.

Denramil Kapten HBD Harbun Buamona mengatakan, bahwa mungkin mendekati natal dan akhir tahun baru, kita mendapat cobaan dan persoalan ini kita tidak boleh gegabah, makanya kita mengundang kotoh masyarakat tokoh adat, untuk melakuakn pertemuan mencari solusi dari pesoalan ini, agar kedamaian ini terus terjaga di lingkungan Kepulauan Sula. “Kita mayoritas harus melindungi kaum minoritas dan itu pekerjaan yang paling mulia,” katanya.

Danramil menambahkan, terkait pemerintahan di Kepulauan Sula, bahwa ia dan Kapolres hanya menjaga keamanan dan kami tidak mencampuri urusan pemerintahan. Namun, kalau program pemerintah daerah kami tetap mendukung, hanya tidak bisa intervensi kebijakan pemerintah daerah. “Marilah kita sama-sama menjaga Sula jangan dari masalah ini membuat kita terpecah-belah, jangan sampe hal itu terjadi,” jelasnya.

Safi Pauwah, selaku tokoh masyarakat  mengatakan, bahwa upaya menciptakan keamanan yang kondusif harus dilakukan karena kita akan diperhadapkan dengan dua momentum, terkait persoalan indikasi itu kiranya menjadi tanggung jawab penegak hukum untuk menyelidikinya hingga tidak berdampak pada hal-hal yang lain.

Safi menambahkan, setelah melihat selebaran tadi malam, kondisi sampe hari ini masih kondusif.

“Harapan saya, kita serahkan kepada penegak hukum. Kalau salah itu berarti tugas penegak hukum untuk diselediki. Kita harus dewasa karena persoalan ini sudah merajalela di media sosial. Kalo dapat informasi seperti ini kita cepat melaksanakan pertemuan dengan semua elemen, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda agar kita cegah secara cepat, agar jangan melebar di masyarakat, karena menyangkut dengan isu SARA,” harapnya.

Penulis : Tim

Publish : Yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *