Selama 2017, Penaganan Kasus Ditpolair Polda Malut Melebihi Target

Poldamalut.com – Polda Maluku Utara, Sebanyak 21 kasus ilegal fishig maupun destruktif fishing telah di tangani Direktorat Polisi Perairan Polda Maluku Utara sejak Januari hingga Desember 2017 ini.

Dirpolair Polda Malut, Kombes Pol. Arif Budi Winofa mengatakan, penanganan 21 kasus yang ditangani selama 2017 itu terlihat secara jelas saat melakukan evaluasi kinerja Polair yang dilakukan kemarin.

”Jadi kemarin itu, kita mengevaluasi apa yang telah kita lakukan selama setahun dan apa yang kita sudah laksanakan, kemudian apa yang mau kita perbaiki di tahun 2018 mendatang,” ungkap Kombes Pol Arif.

Menurut Dir Pol Air ini, evaluasi yang dilakukan tersebut, bukan dilakuakan selama setahun melaikan, dilakukan selama enam bulan sekali yakni Januari hingga Juni, dan Juli hingga Desember.

”21 kasus itu terbagi dari, 15 kasus diantaranya illegal fishing dan destruktif fishing, sementara empat lainya merupakan kasus BBM dan satu kasus pelayaran,” tutur Dir Pol Air.

Kombes Pol Arif Budi Winofa juga mengatakan, 21 kasus yang ditangani selama 2017 tersebut, sudah melebihi dari target penanganan kasus yang ditentukan, maka itu di tahun 2018 mendatang target kasus juga akan bertambah.

”Meskipun kita menangani kasus melebihi target, namun kita tidak berbangga diri, kalaupun nanti kita temukan ada pelanggaran saat patroli, maka, kita tetap proses, meski target itu telah tercapai,” Ungkap Dir Pol Air.

Terkait dengan penambahan armada ditahun 2018 mendatang, kata Kombes Pol Arif, ada pemberian 19 unit speedboat dari Barhakam Polri dan saat ini armada tersebut sudah tiba di Ternate.

”19 unit speedboat itu, akan kita serahkan ke Polres-Polres, penyerahan itu berfariasi, karena ada yang terima dua ada yang terima satu unit saja,” Ujar Kombes Pol Arif.

Dir Pol Air juga mengaku, 19 unit armada speedboat yang akan diserahkan ke masing-masing Polres ini, nantinya dioperasikan untuk kegiatan berupa preemtif dan preventif.

”Armada itu nanti bhabinkamtibmas yang menggunakan untuk kegiatan penyuluhan nelayan yang berada di pulau-pulau kecil yang tidak bisa dijangkau oleh kendaraan darat,” pungkas Dir Pol Air.

Penulis : Mandala

Editor   : Yudhy

Publish : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *