Dugaan Pungli HUT KORPRI, Sekot Tikep Diperiksa Penyidik

Poldamalut.com – Polres Tidore Penyidik Polres Tidore Kepulauan terus mengembangkan kasus dugaan Pungutan Liar (Pungli) terkait dengan kegiatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT KORPRI) Kota Tidore Kepulauan ke 46 Tahun 2017. Bahkan dalam pengembangannya, penyidik Polres Tidore memanggil dan memiriksa Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Thamrin Fabanyo

Thamri Fabanyo diperkirakan menghadiri pemanggilan penyidik sekira pukul 17.30 WIT, kemudian sekira pukul 18.48 WIT dipending dan diperkirakan lanjut pada pukul 20.30 WIT dan usai pada pukul 23.01 WIT.

Menariknya, usai diperiksa Thamrin Fabanyo yang juga sebagai ketua KORPRI Kota Tidore Kepulauan itu, keluar dari ruangan penyidik kemudian melewati pintu belakang Polres Tidore lalu menaiki mobil yang telah diparkir menunggu dirinya.

Sebelumnya, penyidik Polres Tidore telah memanggil sejumlah pejabat teras pemkot Tidore. Diantaranya, Sura Husain (Kepala BKPSDM), Ali Dukomalamo (Kepala Dispora), Yakub Husain (Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata) serta Kabid Olahraga pada Dispora Tikep Amin Hasan.

Kesemuanya diperiksa masih sebatas saksi dalam dugaan Pungli kegiatan HUT KOPRI Pemkot Tidore ke 46 tahun 2017.

Untuk diketahui, kasus Dugaan Pungli (Pungli) yang melilit sejumlah pejabat di teras pemkot Tikep itu dikarenakan pada kegiatan HUT KOPRI Kota Tikep yang telah dialokasikan anggaran senilai Rp. 179 Juta, namun masih saja diminta biaya pendaftaran khusunya di bidang olahraga meliputi kegiatan Sepak Bola dan Bola Volly dimana untuk Sepak Bola per tim senilai Rp. 500 Ribu dari 40 tim yang ada, sementara untuk Bola Voly per tim senilai Rp. 300 Ribu dari 39 Tim yang ada, sehingga dijumlahkan nilainya mencapai Rp. 31,7 Juta.

Penulis             : Wanto Tftt

Publish             : Andri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *