Bejat: Bukan Jadi Pelindung, Paman Nekat Renggut Kesucian Ponakan

Polda Maluku Utara-Entah apa yang ada dipikiran Irfan lelaki berusia 22 tahun, yang tegah menyetubuhi ponakanya sebut saja Bunga (6) layaknya pasangan suami istri (Pasutri).

Kelakuan tercela Irfan ini terungkap saat bunga mengeluh sakit ketika buang air kecil dan tidur ketika malam hari kepada Rusniawati yang merupakan kakak tiri dari korban.

Rusniawati mengakui tidak mengetahui banyak atas kejadian yang ditimpa adik tirinya, namun aksi itu diketahui saat korban mulai merintih kesakitan saat buang air kecil dan tidur malam.

“Dia (Korban), mengeluh sakit waktu kencing, jadi saya tanya, kenapa bisa? Dia hanya sebut nama pamannya itu.” kisahnya.

Setelah mendengar teriakan korban yang hampir setiap malam, Rosnawati langsung melaporkan ke keluarga untuk segera memeriksa korban, setelah di periksa oleh keluarga, terlihat ada benang putih di kemaluan korban, untuk itu korban langsung di bawa ke RS Bayangkara Polda Malut untuk diperiksa lebih lanjut.

“Setelah diperiksa oleh tim dokter, mereka sempat membuka semacan rokok dari kemaluan korban, dan dari situ langsung kita buat laporan di polisi.” kisahnya.

Sementara itu, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Mikael Sitanggang mengatakan, rekonstruksi yang dilakukan ini untuk memastikan aksi kejam yang dilakukan paman korban.

“Kita juga meminta korban untuk memberitau seperti apa kejadian yang dialami dan dirasakan atas terjadinya kejadian persetubuhan yang dilakukan tersangka,” ungkap Kasubdit III Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Mikael Sitanggang

Lanjutnya, kejadian itu sesuai dari pengakuan korban terjadi sekitar pada bulan Juli 2016 lalu dengan usia korban pada saat itu masih 6 tahun dan tersangka kurang lebih 22 tahun.

Bahkan lanjut Kasubdit III Ditreskrimum Polda Malut, AKBP Mikael Sitanggang, sesuai keterangan korban, kejadian itu terjadi karena korban di iming-iming uang yang dijanjikan tersangka, dan tersangka langsung menyuruh korban untuk tidur dan menyetubuhi korban.

“Dia (Tersangka) menjanjikan uang terhadap korban, makanya korban yang masih di bawah umur langsung mengikuti arahan dari tersangka,” ucapnya seraya menunjuk lokasi kamar yang menjadi saksi kejahatan tersangka.

AKBP Mikael Sitanggang juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan, korban juga mengakui bahwa selain melancarkan aksi bejat, tersangka juga sempat memasukan filter rokok ke dalam kemaluan korban sehingga korban mengalami kesakitan saat buang air kecil.

“Dia (tersangka) juga masukan filter rokok ke dalam kemaluan korban, sehingga korban hingga saat ini masih merasa sakit,” ucapnya.

Saat ini, psikologi korban, bila dipertemukan dengan tersangka masih merasa terauma, sebab tersangka selain melancarkan aksi bejatnya, tersangka juga memperlakukan korban secara kasar dengan cara mencubit dan dipukul.

“Atas perbuatan tersangka, tersangka kita jerat dengan pasal 82 dan 81 UU perlindungan anak dengan ancaman 3 hingga 15 tahun penjara,” tegasnya.

Penulis            : Wanto Batjan

Publish            : yudhy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *